Pages

Sunday, February 17, 2013

Keramas - Air Dingin atau Air Hangat ?

Kalau biasanya nih ya kita keramas menggunakan salah satu dari air dingin atau air hangat, namun terjadi keluhan seperti rambut rontok, maka kita perlu cermati lagi nih, apa sih penyebabnya ?
Oke, ternyata penggunaan jenis air berpengaruh juga terhadap kerusakan rambut kita !

Ketika kita keramas menggunakan air hangat, air hangat membuka pori-pori kulit kepala kita sehingga kotoran bisa keluar secara efisien. Namun tentu saja ada efek negatifnya menggunakan air hangat saja. Yakni rambut kita jadi cepat rusak karena panas, juga dapat mengakibatkan rontok berlebih. Ya iya donk, pori-pori kulit kepala terbuka kea gitu, pasti rambut kita lebih rentan rontoknya dibandingkan dengan menggunakan air yang suhunya lebih dingin.

Nah, menggunakan air dingin untuk keramas, sifatnya akan menutup pori-pori kulit kepala kita. Selain itu, air dingin juga lebih ramah rontok daripada air hangat. Kerugiannya, kotoran yang ada di kulit kepala tidak bisa dikeluarkan secara efisien layaknya air hangat, bahkan, kalau versi ekstremnya, malah bisa membuat kotoran mengendap dan terperangkap di pori-pori.

Yah, intinya, kasusnya mirip seperti menjaga kulit wajah kita dari jerawat : pori-pori dan kotoran.

Nah, bagaimana cara terbaik mengatasinya ?

Gunakan keduanya !

Nah, ketika akan keramas, guyurkan air hangat di kepala dan rambut kita, sehingga pori-pori kulit kepala akan terbuka. Setelah itu silahkan keramas dan membersihkan kotoran-kotoran yang ada disana dengan keramas. Setelah itu, proses pembilasan kita ganti airnya dengan air dingin. Pembilasan dengan air dingin tentunya selain bertujuan menghilangkan sisa-sisa shampoo, juga bertujuan agar pori-pori kulit kepala mengecil pula, tertutup kembali. Keringkan dengan handuk bersih, yang kering, sehingga nggak menimbulkan kotoran baru.

Nah, abis keramas, jadi seger kan jadinya... Hehehe

Written by :
Kumara Ranudihardjo
At UI central library
Working on his new blog
17022013-11:27

No comments:

Post a Comment